Diposkan pada CURHATAN, daery een endangsari el-muhyi, daery endang, DEARY, puisi, puisi kerinduan

Wajah Pribumi PAra Petani Dan Buruh

image

Saya terlahir dilingkungan para petani dan buruhnya.  Pekerjaan yang sangat berat! Yah memang berat.  Bekerja dibawah terik matahari dan kotornya lumpur, belum lagi dengan hama dan binatang kecil yang menyengat, membuatnya harus bersahabat.  Bukan malah mengeluh namun dikala musim tanam padi datang para butuh sangat antusias apabila sang pemilik ladang meminta jasanya.  Kisaran 50.000 didapat sampai mtahari tegak diatas kepala dengan bekal sendiri seadanya. Jika bekal makanan dimasakan oleh sang empunya,  para buruh hanya mendapat upah 40.000-45.000.
Coba kawan sesekali tengok para petani kita.  Tanpa kenal lelah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan makanan pokok kita semua. Coba lihat para buruh. Tak pantang padam walau matahari membakar kulit. Demi mengais rizki.
Ketika misim panin tiba,  semarak riuh timpah ruah bagai pesta diladang terik.  Antusias buruh tak kalah riuh. Dan upah yang didapat bikan lagi uang, tapi padi yang masih basah yang digondol pulang.
Yang inilah petani kita. Syukuri dan renungi. Dari situ saya persembahkan kata penyemangat buat mereka.

Pak Tani
Petani bukan berjelaga .
Namun untuk bersama-sama.
Menyingsing baju  tantang dinginya sang fajar.
Menantang terik meski terasa terbakar.
Bukan pekerjaan hina.
Namun kau sangat mulia.

Bagaikan mengudara kala kau kayuhkan tenagamu.
Bagaikan sang raja yang mensejahterakan kala kau sisihkan dahagamu.
Bagaikan aliran air surga kala kau tersenyum hilangkan sakitmu.

Semangatmu tinggi bukan kau tak lelah.
Tapi kau maha bijaksana penghidup seluru makhluk semesta alam .
itulah yang perly kah bangga.
Penghilang semua dahaga lara.
Semangat petani pantang mundur sebelu  petang!.

Diposkan pada aksesoris canti, daery een endangsari el-muhyi, lagu iwan fals, lirik masih cinta, lirik masih cinta iwan fals

Lamunan Malam-ku

Daery Endang 10:33 07 Februari 2015

Hari ini aku lihat lagi sorot matanya.

Namun lagi-lagi aku kecewa dengan tutur katanya.

Aku memang tidak suka direndahkan apalagi dilecehkan. Namun untuk mendengarkan kata sombong itu aku tidak suka!, apalagi untuk bertutur.

Namun bukan itu yang membuat malam ini aku bungkam

Lagi-lagi kamu ucapkan itu. Memudarkan semangatku, menghapus cita-citaku anganku itu, yang aku impikan dari semenjak belum ada kau dikehidupanku

Sampai malam ini dimana aku lepas kau dengan muka burampun kau tidak peka

Lihat! Tak aku lempar senyum sekalipun kau beranjak pulang

Aku tak kirim pesan apakah kau sudah sampai apa belum

Hingga aku berbaring dengan diiringi musik dari bang iwan fals kau tak kunjung kirim pesan padaku 🙂

Aku kira cinta akan mengubah pesimis menjadi optimis, namun kenyataan membuktikan cinta mampu mengubah optimis terbuang jauuuh.. jauh tak tergapai kembali.   Lalu kalau sudah begini…???

Entahlah….. aku hanya bisa diam, meski jari ini terus terucap dan untuk malam ini, ku rebaghakn tubuh lelahku dengan hanya alunan bang iwan yang bisa mewakili rasaku.

Een Endangsari El-Muhyi
Een Endangsari El-Muhyi

Masih Bisa cinta

By: Iwan Fals

Hari ini kau patahkan hatiku, kau patahkan niatku, kau patahkan semangatku

Entah mengapa?! Ku masih bisa bisa cinta

Bisa cinta padamu ku maafkan salahmu

Berjanjilah!!

Berjanjilah untuk datang padaku lihat mataku

Akan ku coba Perhatikan kamu.

Datang padaku

Rasa hatiku

Akan ku coba terus cinta kamu

Air mata tak akan ku uraikan

Hanya mengelus dada tuk maafkan salahmu

Berjanjilah!!

Berjanjilah untuk datang padaku lihat mataku

Akan ku coba perhatikan kamu

Datang padaku! Rasa hatiku!

Akan ku coba terus cinta kamu

Berjanjilah datang padaku

LIHAT MATAKU

RASA HATIKU

DATANG PADAKU

Iwan Fals
Iwan Fals